The City of Marseille

Jalan-jalan kali ini disponsori oleh stress tesis. Setelah ‘berperang’ melawan tesis selama lbh kurang 6bln sekarang waktunya untuk refreshing memanjakan mata, jiwa dan dan raga. Tujuan sekarang adalah dataran selatan eropa yag konon katanya indah. Marseille, Nice dan Monte Carlo Monaco menjadi kota tujuan selanjutnya. Tiket pesawat pulang pergi sudah ditangan. Penginapan di kota Marseille dan Nice pun sudah di-booking. Aku melakukan perjalanan ini berdua dengan seorang teman dari Utrecht, Sura. Kami berangkatan bertepatan dengan dengan pemilu di Indonesia pada bulan April 2009.

Diawali dengan perjalanan udara dari Eindhoven menuju Marseille pada hari pertama. Yang berkesan adalah, walaupun kami menginap di hotel seadanya tapi mereka menyediakan layanan antar jemput ke bandara (yang emang jaraknya cukup dekat, sekitar 5-10mnt).

Tujuan selanjutnya pada hari kedua adalah berangkat menuju Nice dengan sebelumnya jalan-jalan di kota Marseille. Kami berangkat ke stasiun kereta Gare St. Charles dengan menggunakan bus bandara.

The City of Marseille from Gare St. Charles

Ini adalah pemandangan kota Marseille dari arah stasiun kereta Gare St. Charles. Okey Marseille. Here we come to explore you. Tidak jauh berbeda dengan kota-kota lainnya di Eropa, kota ini pun tertata rapi dilengkapi dengan keramahan warganya. Yang berbeda adalah pemandangan alamnya. Kami disuguhi dengan pemandangan daerah perbukitan yang terjal dan disisi lain pemandangan laut dan pantai yang indah. Hal ini lebih jelas tampak dalam perjalanan dari Nice menuju Monte Carlo. Now, back to Marseille.

Hal selanjutnya yang kami lakukan setiba di Marseille adalah mencari tourist info, karena kami hanya punya waktu setengah hari untuk menjelajahi Marseille. Dua hal yang menarik dan mungkin menjadi salah satu ciri khas dari Marseille yaitu port nya dan dataran tingginya.

Akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan kereta api wisata yang akan membawa kami mengitari tempat-tempat yang menarik di Marseille dan berakhir di Basilique Notre Dame de la Garde.

The Top of Basilique Notre Dame de la Garde

Basilique Notre Dame de la Garde yang dalam bahasa Inggris Our Lady of Guard atau dalam bahasa Indonesianya Wanita Pelindung Kita, merupakan bangunan gereja yang terletak di dataran tertinggi Marseille dan merupakan salah satu landmark kota Marseille.

Bangunan ini terletak pada puncak bukit La Garde yang berada pada ketinggian 162m dan merupakan titik tertinggi di Marseille. Pada gereja ini terdapat menara setinggi 60m dengan patung virgin and child yang terbuat dari emas pada puncaknya.

Gereja ini dibangun pada abad ke-13 dan butuh waktu lebih kurang 5 tahun untuk membangunnya.

Bukan hanya keindahan arsitektur Notre Dame de la Garde ini yang bisa kita nikmati, tetapi juga keindahan kota Marseille, pulau-pulau disekitarnya dan juga pemandangan lautnya.

View of Marseille from the top

Setelah puas menikmati keindahan alam Marseille kami pun kembali turun menuju port. Kami pun menghabis waktu dengan menikmati secangkir kopi ditepi pelabuhaan sambil menunggu waktu keberangkatan menuju Nice.

Advertisements

~ by asterlila on January 18, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: