Asyik Aku ‘Sekolah’

•January 18, 2012 • Leave a Comment

Hari ini adalah hari ke-3 Aleesha ‘sekolah’ di Mom and Toddler Club Salvatory Army Dennistoun, Glasgow. Lucu juga ngedenger anak umur 13bulan sekolah. Anyway, sebenarnya sih bukan sekolah dalam arti sebenarnya tapi numpang bermain bersama karena tidak ada pelajaran yang harus diikuti. Kegiatan yang dilakukan disekolah untuk ‘minisiswa’ (begitu aku menyebutnya) adalah bermain, makan, mendengarkan cerita dan bernyanyi bersama Mungkin mirip PAUD di Indonesia). Kelas untuk anak < 2th diadakan 2 kali seminggu selasa-rabu. Untuk bisa bergabung disini hanya dibutuhkan sumbangan sebesar GBP 2 setiap kunjungan. Sekolah ini hanya sebuah ruangan serbaguna yang dilengkapi dengan dapur dan kamar mandi. Ada bermacam-macam mainan anak-anak disana, mulai dari yang melatih otot besar seprti trampolin, perosoan plastik sampai dengan yang melatih motorik halus dan juga buku-buku cerita pastinya. Dan yang pasti disana berkumpul anak-aanak balita (dari umur 4bln sampai 3th) dari berbagai suku bangsa Eropa, Africa, India, dan Indonesia (pastinya). Anak-anak dibiarkan bebas memilih mainan yang disukainya. Sambil mengawasi anak bermain para ibu pun bisa bersosialisasi (right! this is what I need the most for now).

Kegiatan di sekolah ini dimulai pada pukul 10pagi sampai dengan 12siang. Tapi minisiswa boleh datang dan pulang kapan saja. Pada lebih kurang pukul 11 anak-anak akan didudukan dengan rapi dikursi dan disuguhi makanan berupa roti bakar dan buah. Peraturannya adalah, hanya anak yang duduk yang diberi makanan dan minuman serta tidak boleh malan sambil bermain. Pada pukul setengah 12 anak-anak akan dikumpulkan duduk membentuk lingkaran ditengah ruangan untuk mendengarkan cerita yang dilanjutkan dengan bernyanyi bersama. Tepat pukul 12 sekolah dibubarkan.

Menurutku pribadi sekolah ini sangat bagus buat anak dan ibu. Disini anak diajarkan bersosialisasi dan bagaimana cara bermain bersama sehingga mereka tidak takut bila bertemu dengan orang baru. Selain itu anak juga diajarkan disiplin secara perlahan. Sedangkan bagi ibu sendiri kegiatan ini sangat baik untuk mewarnai hari-hari yang selalu disibukkan dengan mengasuh anak.

Kunjungan pertama : masih sangat malu-malu, selalu ingin digendong mama, tidak mau duduk untuk makan bersama, mau main kalau dipangku mama.

Kunjungan kedua : malu-malunya dah mulai berkurang, mau duduk untuk makan tapi kalau meja makan dah mulai agak sepi, udah mulai mau bermain walaupun belum berani mendekati anak-anak lain, tapi kalu didekati gak apa-apa (pada akhir kunjungan kedua Aleesha udah mulai mendekati anak-anak lain). Dana yang menjadi pilihannya untuk didekati adalah anak laki-laki paling gede dikelas lalu ditarik-tariknya alas duduk anak tersebut dan bayi paling kecil. Kejadian menarik pada kunjungan kedua ini adalah pada saat story telling, anak yang duduk disebelahnya menangis dan Aleesha dengan tampang kesel melihat ke arah anak tersebut sambil berkata ‘ehhhh ehhhh ehhhh’ mungk maksudnya menyuruh diam. Begitu selesai dia langsung mendekati anak tersebut (ga ngerti juga maksudnya apa).

Kunjungan ketiga : Ini merupakan kunjungan hari ini, thumbs up for my lovely baby Aleesha, begitu sampai dikelas dia sudah mau dibuka jaketnya dan langsung berjalan menuju mainan yang dia sukai, kali ini dia memiliih mobil-mobilan warna pink. Aleesha juga sudah mulai berani mendekati anak-anak lain dan main bersama dan mulai rebutan mainan. Pada waktu makan pun Aleesha sudah mau langsung didudukan di kursi dan mulai makan – minum sambil duduk di kursi serta menghabiskan 1lembar toast. That’s my baby! Kendala pada hari ini adalah sang puteri mengantuk jadi agak rewel setengah jam terakhir.

Sekarang tuan puteri Aleesha sudah tertidur lelap (mudah-mudahan toast tadi cukup mengganjal perut kecilnya).

Sekolah yang rajin dan pintar ya sayang.. Mama akan selalu menemani Aleesha Insya Allah, melalui setiap hari-hari pertamamu nak..

Sleep tight my love..

Ps : foto menyusul 

Advertisements

The City of Marseille

•January 18, 2012 • Leave a Comment

Jalan-jalan kali ini disponsori oleh stress tesis. Setelah ‘berperang’ melawan tesis selama lbh kurang 6bln sekarang waktunya untuk refreshing memanjakan mata, jiwa dan dan raga. Tujuan sekarang adalah dataran selatan eropa yag konon katanya indah. Marseille, Nice dan Monte Carlo Monaco menjadi kota tujuan selanjutnya. Tiket pesawat pulang pergi sudah ditangan. Penginapan di kota Marseille dan Nice pun sudah di-booking. Aku melakukan perjalanan ini berdua dengan seorang teman dari Utrecht, Sura. Kami berangkatan bertepatan dengan dengan pemilu di Indonesia pada bulan April 2009.

Diawali dengan perjalanan udara dari Eindhoven menuju Marseille pada hari pertama. Yang berkesan adalah, walaupun kami menginap di hotel seadanya tapi mereka menyediakan layanan antar jemput ke bandara (yang emang jaraknya cukup dekat, sekitar 5-10mnt).

Tujuan selanjutnya pada hari kedua adalah berangkat menuju Nice dengan sebelumnya jalan-jalan di kota Marseille. Kami berangkat ke stasiun kereta Gare St. Charles dengan menggunakan bus bandara.

The City of Marseille from Gare St. Charles

Ini adalah pemandangan kota Marseille dari arah stasiun kereta Gare St. Charles. Okey Marseille. Here we come to explore you. Tidak jauh berbeda dengan kota-kota lainnya di Eropa, kota ini pun tertata rapi dilengkapi dengan keramahan warganya. Yang berbeda adalah pemandangan alamnya. Kami disuguhi dengan pemandangan daerah perbukitan yang terjal dan disisi lain pemandangan laut dan pantai yang indah. Hal ini lebih jelas tampak dalam perjalanan dari Nice menuju Monte Carlo. Now, back to Marseille.

Hal selanjutnya yang kami lakukan setiba di Marseille adalah mencari tourist info, karena kami hanya punya waktu setengah hari untuk menjelajahi Marseille. Dua hal yang menarik dan mungkin menjadi salah satu ciri khas dari Marseille yaitu port nya dan dataran tingginya.

Akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan kereta api wisata yang akan membawa kami mengitari tempat-tempat yang menarik di Marseille dan berakhir di Basilique Notre Dame de la Garde.

The Top of Basilique Notre Dame de la Garde

Basilique Notre Dame de la Garde yang dalam bahasa Inggris Our Lady of Guard atau dalam bahasa Indonesianya Wanita Pelindung Kita, merupakan bangunan gereja yang terletak di dataran tertinggi Marseille dan merupakan salah satu landmark kota Marseille.

Bangunan ini terletak pada puncak bukit La Garde yang berada pada ketinggian 162m dan merupakan titik tertinggi di Marseille. Pada gereja ini terdapat menara setinggi 60m dengan patung virgin and child yang terbuat dari emas pada puncaknya.

Gereja ini dibangun pada abad ke-13 dan butuh waktu lebih kurang 5 tahun untuk membangunnya.

Bukan hanya keindahan arsitektur Notre Dame de la Garde ini yang bisa kita nikmati, tetapi juga keindahan kota Marseille, pulau-pulau disekitarnya dan juga pemandangan lautnya.

View of Marseille from the top

Setelah puas menikmati keindahan alam Marseille kami pun kembali turun menuju port. Kami pun menghabis waktu dengan menikmati secangkir kopi ditepi pelabuhaan sambil menunggu waktu keberangkatan menuju Nice.

Italy here I come

•January 15, 2012 • Leave a Comment

Hi dear! Now is Italy!

Actually it is an old experinced. I have been in Italy in December 2007, went there by using Ryan Air, thr cheap flight within Europe.

Yup! I saw my first snow there.

Not much I can share about this trip, because it was more likely a visiting-family trip. I spent most of the days with my aunt fam in Bergamo.

Since Bergamo was not that far from Milan, I went there to see the famous Piazza del Duomo (Duomo Cathedral). It was sooooo goooodddd. Piazza del Duomo is the main Piazza (city square) in Milan, Italy. it was built in 14th century and took 6 centuries to complete it. This place was one of the proof how great was the European (Italy) architecture.

More about Duomo can be read here

http://en.wikipedia.org/wiki/Piazza_del_Duomo,_Milan

Unfortunately I couldnt find my picts in Duomo. maybe I will upload them later on.

But, one thing for sure, I should come to Italy again someday for Venice and Rome..

 

Hey! I’m Back!

•January 14, 2012 • 2 Comments

It has been more than a year we haven’t met and shared stories my dear blog. Now I’m back to you dear with my new stories.

Shall we dance now ?

Help me with my ego..

•March 12, 2010 • Leave a Comment

The most difficult part in life is when we have to fight with ourself. The time when we know it’s not right but we cant make a deal with ourself. Pfufffffff… When the battles come I cant do anything.. Want to know what exactly I wanna do..I want to SHOUT as loud as I can.. I want to CRY till I fall a sleep.. I dont want ANYBODY to hold me..

Amsterdam Historical Museum

•August 1, 2008 • Leave a Comment

Belanda memang negara kecil, tapi klo masalah dokumentasi sejarah mereka jsalah satu jagonya. Buktinya ada banyak museum di Belanda. Ada museum lukisan (itu mah dah biasa), ada museum lilin (madam Tussaud??), ada museum alam, sex museum, dan banyak lagi. Dan yang pasti museumnya terawat.

Sebelum mulai jalan-jalan keliling museum di Belanda, ada baiknya beli museum card dulu. Harganya 39.95 euro dan bisa digunakan d museum-museum negeri di Belanda.

WELCOME!to the Amsterdam Historical Museum

WELCOME!to the Amsterdam Historical Museum

Tour de museum di Belanda di mulai dari musem sejarah di Amsterdam. Jalan masuk ke musem sejarah ini terletak di antara pusat pertokoan Amsterdam. Gerbang masuknya khas, agak miring. Begitu melangkahkan kaki memasuki gerbang pertama, kita akan disuguhi lukisan anak-anak di sebelah kiri dan cafe disebelah kanan. Bila kita berkunjung di muim panas, halaman depan museum akan penuh dengan bangku tempat para pengunjung museum ngaso sambil ngopi.

Tidak jauh dari sana terdapat satu ruangan yang berisi lukisan-lukisan dengan size besar, kita bisa menikmatinya dengan gratis.

Beberapa langkah kedepan kita akan ketemu gerbang lagi, dan pintu masuk menuju museum. Disinilah sejarah Amsterdam khususnya mulai bercerita.

Sejarah Amsterdam mulai bercerita

Museum ini terdiri dari 3 lantai dengan 24 ruangan. Ruangan-ruangan tersebut disusun berdasarkan periode kurun waktu tertentu, sejarahnya dimulai dari tahun 1350 – 2000.

Di ruangan pertama kita kan melihat ada sepeda penuh dengan kerang tergantung d tengah ruangan. Kita juga bisa menyaksikan simulasi bagaimana pertumbuhan A’dam mulai dari dari 1000an disaat belum ada orang, hingga saat sekarang ini. kapan kanal-kanal mulai dibangun dan kapan proses aklamasi mulai dilakukan.

Pada ruangan lain akan tampak tulang benulang berdasarkan tahun ditemukan. Tahu ga sih, yang bikin amaze-nya..bahkan ada tulang ayam, kucing, tikus.

Museum ini juga memberikan informasi tentang perjalanan ‘perdagangan’ belanda, termasuk ke Indonesia, Brazil dan negara lainnya.

Bagiku salah satu yang cukup menarik adalah lukisan tentang kedokteran masa lalu di Belanda, lukisan tetang bagaimana mereka mempelajari Obgyn, surgery, brain surgery, and others.

Kebetulan pada waku aku berkunjung, disana sedang dilakukan exhibition of Orange, keluarga kerajaan Belanda. Sejarah keluarga raja juga dipaparkan.

Kesimpulanku dari kunjungan kali ini adalah, sejarah bukanlah sesuatu yang terjadi d masa lalu (duluuuu bangettt) tapi juga apa yang terjadi baru-baru ini, perubahan apa yang telah terjadi. Satu lagi, sangat informatif. Ketika kita melangkahkan kaki keluar dari tempat ini, perjalanan A’dam akan membekas di pikiran.

Dengan latar belakang sejarah yang kaya, kita juga bisa membangun sebuah museum sejarah yang setidaknya sama bahkan mungkin lebih baik. Sehingga para generasi muda kenal negaranya lebih jauh.

Want to know more : www.ahm.nl

..Cermin..

•May 4, 2008 • 2 Comments

Apa sih yang kita cari dalam hidup ?

Satu pertanyaan klasik yang sering kita dengar. Setiap orang punya jawaban masing-masing.. Jika kita bertanya kepada saudara – saudara kita yang tidak memiliki rumah, tidak tahu apa mereka bisa makan atau tidak di saat hari berganti, maka mungkin mereka akan menjawab ‘saya hanya ingin punya tempat berteduh dan bisa makan esok hari’.

Pernah aku bertanya pada seorang teman ‘apa sih yang kamu cari dalam hidup’ , lalu ia menjawab ‘aku mencari ketenangan batin’. Sebuah jawaban klasik –easy to say but not that easy to achieve–

Kita menjalani hidup ini adalah untuk mencapai tujuan tersebut.. Terus berlari.. terus berusaha untuk suatu tujuan hidup.. Hanya saja, kadang kita tidak tahu kapan kita harus berhenti berlari.. Manusia dibekali dengan perasaan tidak puas dan selalu ingin lebih. Pada saat kita memulai suatu perjalanan 500 m ke depan adalah cukup, dan disaat kita berada d titik tersebut kita akan berfikir kenapa kita tidak berjalan lebih jauh lagi..dan lagi..dan lagi…lagi..

Untuk aku secara pribadi, aku akan terus berlari demi melihat senyum bahagia dan bangga di wajah orang-orang yang aku sayangi..

The Ladies in Family